Pemupukan Petrokimia Terbukti Meningkatkan Produktivitas Padi di Lampung

Pemupukan Petrokimia Terbukti Meningkatkan Produktivitas Padi di Lampung
Peristiwa Daerah
Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi beserta petani dan pejabat setempat melakukan panen padi di lahan demonstrasi

GRESIK - Pola pemupukan rekomendasi PT Petrokimia Gresik terbukti meningkatkan produktivitas tanaman padi. Hal ini terbukti saat panen padi di lahan demonstration plot (demplot) di Desa Bedeng V, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (19/2/2020).

Bahkan, melalui aplikasi pemupukan berimbang tersebut mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 43 persen per hektare. Dari 5,9 ton naik menjadi 8,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Panen ini merupakan satu rangkaian dari kegiatan tanam perdana pada bulan November 2019 lalu. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menyebutkan, bahwa komposisi pola pemupukan yang diaplikasikan pada demplot ini diantaranya.

Pupuk organik Petroganik (2 ton/ha), NPK Phonska Plus (300 kg/ha), Urea (200 kg/ha), ZK (2 kg/ha) dengan cara dilarutkan, Pupuk hayati Petro Biofertil (100 kg/ha); dan Biodekomposer Petro Gladiator (8 kg/ha).

Untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk tersebut, demplot ini juga menggunakan pembenah tanah Kapur Pertanian (Kaptan) Kebomas (6,8 ton/ha) untuk menyesuaikan kondisi tanah yang tergolong masam, serta Pestisida Sidafur (10 kg/ha) untuk mengatasi gangguan hama.

"Ini upaya nyata Petrokima Gresik sebagai penyedia solusi agroindustri, dengan menghadirkan serangkaian produk lengkap untuk mengawal musim tanam serta mewujudkan pertanian yang berkelanjutan," kata Rahmad.

Dalam demplot ini Petrokimia Gresik kembali menggunakan salah satu produk pupuk non-subsidi terbaiknya, pupuk NPK Phonska Plus. Merupakan pupuk majemuk generasi baru dengan kandungan NPK 15-15-15 yang diperkaya dengan 9% Sulfur dan unsur hara mikro esensial Zink (Zn) sebesar 2.000 ppm yang sangat dibutuhkan tanaman.

Unsur tersebut dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun merupakan faktor penting yang dapat memaksimalkan pertumbuhan vegetatif serta pembentukan bunga dan buah pada tanaman. Namun, berdasarkan data dari Organisasi Pupuk Dunia, sebagian besar lahan pertanian di dunia, termasuk salah satunya Indonesia kekurangan unsur hara mikro Zink.

"Sehingga kami memilih Zink sebagai unsur hara mikro yang ditambahkan dalam NPK Phonska Plus," ungkapnya.

Alasan Lampung Tengah dipilih karena merupakan salah satu sentra pangan yang berpotensi menjadi lumbung padi nasional. Diharapkan, pola pemupukan rekomendasi PG yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi diduplikasi oleh petani lainnya.

"Kami berharap produk Petrokimia Gresik menjadi andalan petani Lampung untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga kesejahteraan petani pun meningkat," pungkasnya.


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar