Bumdes Asembagus Situbondo Inginkan Juga Kelola Pasar Pattok

Bumdes Asembagus Situbondo Inginkan Juga Kelola Pasar Pattok
Birokrasi
Pertemuan sejumlah elemen perihal Pasar Pattok di Pendopo Kecamatan Asembagus, Jumat (3/7/2020).

SITUBONDO- Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menginginkan ikut mengelola Pasar Pattok yang terletak di Jalan Raya Asembagus. Pasalnya, selama ini belum ada legalitas selain dari kewenangan Disdagin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian) Kabupaten Situbondo. Sementara pedagang pasar yang ada memang sudah berjualan puluhan tahun.

Kepala Desa Asembagus Ahmad Sani menyampaikan informasi bahwa Jumat (3/7/2020) dilangsungkan pertemuan antara pihak Pemdes difasilitasi camat dan dihadiri pula Disdagin serta para pedagang Pasar Pattok.

"Keberadaan tanah Pasar Pattok adalah hak pengelolaan Disdagin,  selain itu tidak ada.   Semua melalui proses perijinan," kata Ahmad Sani.

Keinginan Pemdes, imbuh Sani,  dalam hal ini Bumdes yang mempunyai unit-unit usaha akan menyurati  pemerintah daerah untuk meminta hak usaha.

"Kalo saya, misal penggiringan opini, saya disuruh tunduk musyawarah dengan siapapun selain dengan Disdagin, saya pribadi tetap tidak mau.
Yang ada adalah kebhinnekaan, jadi tidak ada power atau kekuatan apa pun yang ada kecuali musyawarah untuk mencapai mufakat," timpal Kades.

"Dari pertemuan itu, rupanya di Pasar Pattok sudah berdiri paguyuban. Diketuai oleh Mas Budi (Budi Santoso, red). Paguyuban ini sampai detik  sekarang tidak ada  kejelasan. Berdirinya pun saya tidak tahu, kapan dan di mana," ungkapnya.

Setelah saya koreksi, imbuh Sani, melalui teman-teman Pemdes, karena saya kepala desa baru, kejelasan hal itu tidak ada.


"Saya sebagai kepala desa sampai saat ini
 tidak pernah mendapat tembusan bahwa ada paguyuban yang resmi atau yang legal. Saya menghormati pedagang lama, tidak ada penggusuran segala macam. Tentu Bumdes minta bagian juga. Keanggotaannya banyak, dan hal ini perlu dimusyawarahkan," pungkas Sani.

Sementara itu, salah seorang perwakilan pemuda Desa Asembagus, Iwenk Lametan menyatakan keheranan jika ada paguyuban pedagang di Pasar Pattok yang sudah terbentuk dan disebut legal.

"Saya sempat menanyakan itu di forum. Tapi belum mendapat kejelasan. Sebagai warga Desa Asembagus, tentu saya ingin mengetahui itu," ucap Iwenk. (*)


Kontributor : Irwan Rakhday
Editor : Irwan Rakhday
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar