Meski Sederhana, Prosesi Nyadran di Trenggalek Tetap Berjalan Khidmat

Meski Sederhana, Prosesi Nyadran di Trenggalek Tetap Berjalan Khidmat
Sejarah
Prosesi pelaksanaan kirim doa kepada para leluhur.

TRENGGALEK - Ditengah pandemi dan dimasa transisi penerapan new normal Covid-19, pelaksanaan agenda tahunan yakni nyadran di Dam Bagong atau larung kepala kerbau berjalan lancar.

Meski sederhana, prosesi nyadran untuk mengenang jasa Ki Ageng Menak Sopal yang diyakini sebagai tokoh penyebar Islam dan pahlawan pertanian di Kabupaten Trenggalek ini tetap berjalan khidmat. 

Salah satu pengunjung, yakni Sugeng Riyanto (50) mengatakan, acara ini merupakan tradisi tahunan yang terus dilestarikan masyarakat setempat. 

Bahkan setiap tahunnya ritual ini menjadi tontonan masyarakat yang ingin melihat lebih dekat prosesi ini. Karena ada daya tarik dari pelemparan kepala kerbau sebagai wujud syukur ke tengah sungai Dam Bagong.

"Karena ini merupakan tradisi, maka harus dipertahankan, mengingat ini merupakan aset budaya daerah," ujarnya.

Sementara itu Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin usai pelaksanaan nyadran mengatakan, kebudayaan ini bakal terus dilestarikan, karena sebagai bentuk syukur atas karunia yang diberikan oleh yang maha kuasa. 

"Mungkin ada yang berbeda ditahun inj,, karena hany dilakukan terbatas, dan sederhana karena harus tetap mengikuti aturan yang ada," ungkapnya.

Lanjut Arifin, memang ada beberapa acara yang dihilangkan,. Sehingga pelaksanaan ini langsung dimulai dengan kirim doa kepada Ki Ageng Menak Sopal, dan tokoh lain yang berjasa bagi Trenggalek. 

Selanjutnya di lakukan pelarungan kepala kerbau yang sebelumnya telah disembelih. Kepala kerbau itu diberikan kepada masyarakat yang siap untuk menerima dengan cara dilempar ke sungai.

Larung kepala kerbau dilakukan karena pelarungan tersebut merupakan simbul rejeki. Dari situ masyarakat berharap tradisi tersebut tetap lestari. Selain itu kepada masyarakat yang memiliki rejeki yang berlebih diharapkan disedekahkan.

"Kami akan terus mendukung tradisi semacam ini, dan semoga saja anak cucu nanti masih bisa melihatnya kendati sudah ada perubahan zaman,” pungkasnya.


Kontributor : Rudi Yuni
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar