default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Mahasiswa Surabaya Serbu Kampung Batik Klampar Pamekasan

Mahasiswa Surabaya Serbu Kampung Batik Klampar Pamekasan
Peristiwa Daerah
Kabid Pariwisata Disparbud Pamekasan Khalifaturrahman saat mendampingi mahasiswa Universitas Widya Mandala praktek membatik di Kampung Klampar Pamekasan.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PAMEKASAN- Puluhan mahasiswa Fakultas Kewirausahaan UK Widya Mandala Surabaya mendatangi Kampung Batik Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, Kamis (15/08/2019).

Kehadiran mereka bersama 4 dosen pembimbingnya ingin belajar tentang batik Pamekasan dan untuk mengekplorasi menjadi bahan dasar fashion dan produk lain.

Dekan Fakultas Kewirausahaan universitas Widya Mandala Diah Tulipa mengatakan, bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan Field Trip Fakultas Kewirausahaan ingin memperkenalkan mahasiswa terhadap produk-produk tradisional  yang bisa mereka eksplor menjadi bisnis yang mereka bisa kembangkan.

"Di fakultas mengembangkan 5 jenis bisnis, salah satunya jenis fashion dan batik yang paling kita dengar adalah batik Pamekasan. Kebetulan ada Pak Embran Nawawi yang beliau sudah berkecimpung lebih dahulu di dunia batik terutama di desa Klampar Pamekasan," tuturnya.

Diah Tulipa menyampaikan, batik di Pamekasan kebanyakan dijual dalam bentuk lembaran kain.

"Batik di Pamekasan saat ini dijual hanya lembaran batik dan belum dibuatkan produk lain," ungkap Diah meneruskan ucapan Embran Nawawi. 

Diah berharap nantinya kita bisa berkolaborasi dengan pengrajin. Mahasiswa bisa belajar batik Pamekasan dan akan mencari ide bisnis pengembangan yang bisa langsung diaplikasikan langsung terhadap pengembangan UMKM batik Pamekasan.

"Dengan demikian batik Pamekasan bisa lebih berkembang dan dikenal bukan hanya dari lembaran batiknya tetapi dari produk-prudok lainnya," ungkap Diah yanh mengagumi batik Pamekasan karena sangat berwarna.

Salah seorang mahasiswa yang ikut dalam kegiatan, Alfa Zon mengatakan sangat senang dan tidak menyangka batik Pamekasan begitu indahnya dan mempunyai ciri khas yang lain dari daerah yang lain.

"Kita bisa belajar tentang cara pembuatannya dan kita akan mencari ide untuk menjadikan batik Pamekasan sebagai bahan untuk produk-produk yang nantinya akan menjadi bisnis yang menguntungkan," tutur Alfa yang baru semester 4 di Fakultas Kewirausahaan Widya Mandala Surabaya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pamekasan Achmad Sjaifuddin melalui Kabid Pariwisata Khalifaturrahman yang mendampingi kegiatan tersebut merasa bangga atas kehadiran mahasiswa tersebut.

"Kami sangat bangga dengan kehadiran mereka untuk belajar membatik di Pamekasan," ucap Mamang panggilan akrabnya.

Menurut Mamang, hal tersebut juga merupakan salah satu imbas dari gencarnya promosi batik Pamekasan oleh Bupati Pamekasan.

"Hal ini menunjukkan bahwa promosi batik yang digalakkan Bupati Pamekasan mendapat apresiasi dari masyarakat luar Madura termasuk para akademisi. Sehingga desa wisata batik di Pamekasan menjadi jujukan dan rujukan edukasi batik," pungkasnya.

Untuk diketahui, 35 mahasiswa Fakultas Kewirausahaan UK Widya Mandala Surabaya bersama 4 orang dosen sebelum praktek membatik di Kampung Klampar mengunjungi Pasar Batik 17 Agustus untuk melihat motif-motif batik Pamekasan yang ada di pasaran, juga ke Kantor Koperasi dan UKM Pamekasan.


Kontributor : Chandra Kirana
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar